CIRI
KHAS KOTA SITUBONDO “BUMI SHOLAWAT NARIYAH”
(Oleh
: Laili Rahmawati)

Situbondo adalah salah satu
kabupaten yang terletak di Jawa Timur. Situbondo memiliki budaya dan ciri khas
tersendiri yaitu kabupaten dengan julukan “Kota Santri”. Disamping itu Situbondo
juga memilki gelar “Bumi Sholawat Nariyah”. Bumi Sholawat Nariyah sendiri
dicetuskan oleh Bapak Dadang selaku Bupati Situbondo. Yang melatarbelakangi
semboyan tersebut dikarenakan banyaknya Pondok Pesantren di daerah Situbondo,
suro, madrasah dan masjid yang tersebar di kota sampai ke desa. Sehingga tampak
jelas ketika kota Situbondo mendapat julukan Bumi Sholawat Nariyah. Sholawat
nariyah adalah sholawat yang paling populer dan membumi, khususnya di kota
santri Situbondo. Yang mana sholawat nariyah telah menjadi bacaan sholawat
rutinitas dalam setiap kegiatan masyarakat di daerah kabupaten Situbondo.

Arti
dari sholawat nariyah itu sendiri yakni “Ya Allah, limpahkanlah pujian yang
sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, kepada pemimpin kami Muhammad, yang
dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, berkat
beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi,
dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, begitu pula
akhir hidup yang baik didapatkan, berbagai gundah gulana akan dimintakan
pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, semoga
keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak
orang yang engkau ketahui jumlahnya.”
Mengkaji
arti dari sholawat nariyah tersebut, yang menjadi orientasi untuk kota santri
Situbondo dengan semboyan Bumi Sholawat Nariyah, yang mana tujuannya adalah korelari
antara kota Situbondo yang pada dasarnya adalah kota santri dengan apa yang
telah dicetuskan oleh Bupati Situbondo, yakni Bumi Sholawat Nariyah agar
keselarasan antar keduanya bisa terjalin. Karena tujuannya tetap satu, yakni
terwudujudnya masyarakat yang sadar akan budaya, khususnya masyarakat kota
situbondo yang pada hakikatnya adalah kota santri dan secara tidak langsung dapat
memahami bagaimana masyarakat harus bersikap sesuai dengan kota dimana tempat
mereka tinggal.

Bumi
Sholawat Nariyah merupakan budaya dan ciri khas kota Situbondo. Kondisi
realitas Situbondo saat ini, lebih menonjolkan kesan religi daripada
acara-acara yang dapat menimbulkan kemudorotan, seperti halnya konser dan lain
sebagainya, contohnya seperti acara Pengajian Bersama yang secara rutin
diselenggarakan, dan acara 1 Milyar Sholawat Nariyah yang diselenggarakan pada
peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2017 lalu. Dalam hal
ini terlihat bahwa kondisi Situbondo saat ini lebih menekankan pada acara-acara
yang berbau religi dibanding acara lainnya.
Demikian
yang bisa saya paparkan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

























