By : Syaiful Bahri
ASTA BUKIT PECARON

Asta Bukit Pecaron di Desa Pasir
Putih, Kecamatan Bungatan merupakan salah satu objek wisata religi andalan di
Situbondo. Puncak bukit itu diyakini merupakan salah satu petilasan (tempat
munajat) Syekh Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri. Bahkan sebagian orang meyakini
tempat tersebut bukan petilasan, tetapi justru lokasi sang Syekh dimakamkan.
Lokasi bukit Pecaron cukup mudah dijangkau. Tempatnya berada di tepi laut dan
tebingnya curam menjulang tinggi. Memandangnya, mengingatkan pada pemandangan
khas pura di Uluwatu, Bali. Sisi utara bukit Pecaron memang berbatasan langsung
dengan laut. Jika berada di atas bukit, kita bisa leluasa melihat hamparan laut
membentang. Ada legenda yang berkembang di daerah Pasir Putih dan sekitarnya.
Dikisahkan, konon bukit Pecaron dulu tidak menyatu dengan daratan. Lokasi bukit
ini cukup jauh dari daratan. Untuk mencapainya bukit itu, orang harus
menggunakan perahu. Tapi dengan keistimewaan Syekh Maulanan Ishaq, bukit
tersebut menyatu dengan daratan. Sehingga memudahkan masyarakat yang akan
berkunjung. Memang, legenda tersebut cukup sulit dinalar dengan akal. Tetapi
kisah-kisah seperti itu berkembang dan dipercaya sebagian warga Pecaron dan
sekitarnya.
Sementara itu, keberadaan petilasan
Syekh Maulana Ishaq di bukit itu memang mendatangkan berkah bagi masyarakat
sekitar. Warga banyak membuka warung dan berjualan sovenir. Jualan mereka
dikemas semenarik mungkin, agar bisa memikat hati pengujung yang akan berziarah
ke bukit Pecaron. Pada malam Jumat dan Selasa, pengunjung Bukit Pecaron
biasanya memang membeludak. Mereka tidak hanya datang dari Situbondo, tapi
banyak juga yang datang dari luar daerah.
Sebelum mendaki bukit Pecaron,
pengunjung biasanya membeli air mineral atau makanan ringan sebagai dibuat
bekal menuju puncak bukit. Tidak sedikit pengunjung yang memilih bermalam di
kompleks petilasan Syekh Maulana Ishaq itu. Mereka yang bermalam itu, biasanya
datang untuk menghatamkan Alquran dengan tujuan tertentu. Untuk menuju puncak
bukit, pengunjung perlu menyiapkan stamina. Jika sedang sakit, sebaiknya tidak
usah naik. Sebab, bisa dipastikan hanya akan menambah parah sakitnya. Karena
jalan menuju puncak bukit itu sangat menanjak. Padahal, panjangnya jalan itu
setapak menanjak dan berliku itu hampir satu kilometer. Jalan menuju puncak
bukit Pecaron hanya selebar dua meter. Jalan itu disusun mirip tangga batu
hingga ke puncak bukit. Sementara itu, pada beberapa ruas jalan menuju Bukit
Pecaron, ada beberapa pedagang bunga tabur. Bagi pengunjung yang tidak membawa
bunga dari rumah, bisa membeli di sini. Harga bunga tabur itu pun cukup
terjangkau. Meski hanya sebuah petilasan (tempat munajat), dalam kamar utama
bertuliskan Syekh Maulana Ishaq itu terdapat sebuah bangunan makam. Terdapat
juga dua batu hitam mengkilap di kamar berukuran sekitar 4 x 4 meter. Batu
itulah yang diyakini sebagai tempat duduk sang Syekh dalam bermunajat kepada
Yang maha Kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar