Badri Akandi .201406014

                           TRADISI PETIK LAUT KABUPATEN SITUBONDO
  
 “Petik Laut” merupakan pesta besar dalam agenda tahunan masyarakat Situbondo.Dan sebagai wujud dari rasa syukur mereka, sehingga tiap bulan syuro mereka menggelar tradisi ritual “Petik Laut”. Bagi masyarakat pesisir Mimbo Kabupaten Situbondo. Dan tak heran lagi jika dana yang dikeluarkan bisa mencapai jutaan bahkan milyaran rupiah.   


. Seperti halnya yang dilakukan komunitas nelayan pesisir mimbo. Mereka menggelar ritual sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan keselamtan yang diberikan tuhan melalui alam, dan kini dipakai sebagai satu wahana budaya dan tradisi masyarakat nelayan di Kabupaten Situbondo dan menjadi sarana untuk menggali kembali berbagai potensi local.
Tradisi Petik Laut ini bisa dijadikan salah satu daya tarik wisata di Situbondo
Ritual diawali pembuatan sesaji oleh sesepuh nelayan. Disiapkan perahu kecil ( perahu sesaji ) dibuat seindah mungkin mirip kapal nelayan yang biasa digunakan melaut. Pada malam harinya, di tempat perahu untuk sesaji dipersiapkan dilakukan tirakatan
. Berisi berbagai hasil bumi, sejumlah perhiasan dan kepala sapi untuk dilarung ke tengah laut adapun jenis makanan berbagai jajanan, nasi tumpeng dan buah-buahan, ditata rapi di perahu kecil tadi. Sesaji yang sudah jadi disebut Ghittek atau Sesajen. Menjelang siang, sesaji di arak menuju pantai, biasanya arak-arakan berakhir di TPI (Tempat Pelelangan Ikan).
Setelah doa, sesaji diarak menuju perahu. Warga berebut untuk bisa naik perahu pengangkut sesaji. Namun, petugas membatasi penumpang yang ikut ke tengah. Menjelang tengah hari, iring-iringan perahu bergerak ke laut. Bunyi mesin diesel menderu membelah ombak. Suara gemuruh lewat sound-system menggema di tiap perahu. Dari kejauhan barisan perahu berukuran besar bergerak kencang. Hiasan umbul-umbul berkibar menambah suasana makin sakral. Begitu padatnya perahu yang bergerak, sempat terjadi beberapa kali tabrakan kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CIRI KHAS KOTA SITUBONDO “BUMI SHOLAWAT NARIYAH” (Oleh : Laili Rahmawati)

CIRI KHAS KOTA SITUBONDO “BUMI SHOLAWAT NARIYAH” (Oleh : Laili Rahmawati)             Situbondo adalah salah satu kabupaten y...